Sabtu, 02 Februari 2008

Mari kita maafkan suharto secara ikhlas dan sukarela

Demi harkat dan martabat Bangsa Indonesia yg selalu lupa/tidak pernah belajar akan sejarah dan mempunyai jiwa pemaaf, atas jasa-jasa mantan orang No.1, Presiden kita Bapak Suharto yang telah berkuasa lebih dari 32 tahun lamanya dan saat ini sedang sakit parah di Rs.Pertamina.
Untuk itu kita perlu mengenang dan menghormati "jasa-jasa" beliau selama berkuasa, sbb:

Telah merebut kekuasaan secara keji dengan cara menggulingkan Soekarno dan menghancurkan paham nasionalisme yang dibawakannya. Penghancuran dan pembantaian tersebut berlangsung melalui persengkongkolan kaum Sosialis Kanan/PSI dengan CIA untuk merebut kekuasaan di Indonesia dengan apa yang di namakan G-30S/Suharto (GESTAPU/PKI/Nekolim/Soeharto cs) yang telah memakan korban lebih dari 1 juta orang dan mengganti R.I.Proklamasi dengan Orde Baru (lihat : “Kehormatan Bagi yang Berhak” oleh Manai Sophian dan *A.M.HANAFI MENGGUGAT* dalam memoar Mayjend(Purn) AM. Hanafi)

Berhasil membangun Indonesia( Bapak Pembangunan)dengan program PELITA nya selama 32 tahun dengan memperoleh hutang dari Amerika Serikat dan sekutunya ( World Bank, IMF,USAID) yaitu dengan cara kontrak2 pembangunan infrastruktur – Tambang Minyak/Gas, dan Sumber2 daya alam lainnya( di Indonesia) di explorasi dan di exploitasi untuk keuntungan pihak asing (lihat:: “Confessions of an Economic HitMan” by John Perkins) padahal ini bertentangan dengan Pasal 33 ayat(2) UUD 1945.

Krisis Moneter yang terjadi thn 1998 dikarenakan Indonesia tidak sanggup bayar Hutang-hutang lama oleh World Bank, IMF,USAID dan bersamaan dengan lengsernya Suharto sebagai Presiden RI pada saat itu sehingga tanggung jawab moril dan materil bukan dibebankan lagi kepadanya.


Peristiwa dan Pembantaian di Gereja Santa-Cruz Timor Timur pada tahun 1991 dengan korban kira- kira 300 orang.

Peristiwa dan Pembantaian Petrus (Penembakan Misterius) terhadap preman dan penjahat tanpa melalui proses Hukum yang jelas dan benar pada tahun 1982 hampir ribuan orang di seluruh Indonesia menjadi target operasi.

Peristiwa dan Pembantaian Tanjung priok pada tahun 1984 dengan korban hampir 200 s/d 300 orang menurut pengakuan yang di dapat dari para keluarga korban tetapi yg di akui oleh KPP Komnas Ham Cuma sebanyak +/- 80 orang

Penculikan dan Pembantaian Aktivis2 politik yang bersebrangan atau beda prinsip dengan Suharto selama kurun waktu sejak tahun 1974 s/d 1998, tidak terhitung lagi jumlahnya.


Peristiwa dan Pembantaian di Situbondo Pasuruan, Jawa-timur essensinya adalah pembakaran Gereja dan pembantain para kyai-kyai yang dituduh sebagai dukun santet tujuannya adalah untuk menghancurkan kekuatan NU di Jawa-Timur, kurun waktu tahun 1994 s/d 1996 dan memakan korban mati ratusan orang.

Peristiwa dan Pembantaian Tahun 1998 pada saat Suharto akan di lengserkan oleh Mahasiswa dan Rakyat Indonesia. (lihat : “Fakta, Data & Analisa Kerusuhan Mei 1998” oleh SNB dan APHI) dengan memakan korban ribuan orang.

Pemutar balikkan fakta dan sejarah selama berkuasa 32 tahun dengan Orde Barunya. Bila jejak sejarah itu tidak ditutup-tutupinya akan ketahuan belangnya sebagai dalang dari G.30-S yang sesungguhnya sebagai orang yang pertama bertanggungjawab atas pembunuhan di tahun 1965/1966 itu.

Selama kurun waktu 32 tahun lebih berkuasa, Suharto bersama kroni2nya telah berhasil memupuk kekayaan 35 Milyar US Dolar (dalam situs www.tranparency.org) melaui Yayasan-yayasan Suharto yang di kelola oleh kroni2nya (lihat “ Harta Jarahan Suharto“ keluaran Pustaka Demokrasi 1988 oleh George Junus Aditjondro) sbg patokan yg sederhana, contoh kasus BLBI , Rp. 650 Trilyun uang Negara yang nota bene uang rakyat di gelapkan dan di bagi-bagi oleh keluarga dan kroni2nya sampai sekarang kasusnya tidak pernah tuntas.

Berhasil lolos dari Persidangan(tidak pernah hadir) yang di gelar pada tahun 2000 Gedung Dept.Pertanian dengan alasan sakit , padahal persidangan pada waktu itu belum masuk pada bahan Materi Persidangan

Kesimpulan.
Untuk masa depan bangsa, sebagai Bangsa yang selalu lupa/tidak pernah belajar akan sejarah dan mempunyai jiwa pemaaf, sebaiknya kita mengajarkan kepada anak cucu/generasi penerus untuk selalu memaafkan apabila bangsa ini memiliki Presiden yang serupa. Dan jangan ajarkan kepada anak cucu/generasi penerus ,untuk menyelesaikan semua perbuatan yang merugikan bangsa diselesaikan secara Hukum.

HUKUM = SUHARTO, SUHARTO adalah Supremasi HUKUM yg berlaku di Indonesia. Sudah seharusnya kita menghormati Mantan Suharto yang saat ini sedang sakit, terkulai parah di Rs. Pertamina dan juga atas jasa-jasanya yang telah membangun Negeri ini makmur, adil dan sejahtera.

1 komentar:

Kong mengatakan...

Tolong Donk Kasih Kommentar To apa aja tong tiis teuing cape yeuh urang ngajien lamun teu kapake mah sarua jeung bohong